Saturday, June 13, 2020

DOMINE NON SUM DIGNUS 1

Oleh: Fransiskus Borgias M. 


Hari ini adalah Hari Raya Tubuh Kristus. Ada juga versi sebutan yang "lengkap" yaitu Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Tetapi yang jelas aslinya ialah masih tersimpan dalam sebutannya menurut versi Latin, yaitu solemnitas Corpus Christi. Lalu dari mana "darah" Kristus itu? Ceritanya panjang. Tetapi bisa dipersingkat demikian. Ketika devosi kepada Kristus semakin berkembang mekar dan bertumbuh subur maka muncullah bermacam-macam devosi kepada pelbagai aspek dalam diri Kristus. Salah satunya ialah devosi kepada Darah Kristus yang teramat mulia, yang tentu saja mengalir dan memancar keluar dari dalam Hatinya yang tertembus tombak dan terluka, dari mana, menurut kesaksian Yohanes, mengalir darah dan air. Jadi, sesungguhnya devosi akan darah termulia Tuhan Yesus pasti erat terkait dengan devosi kepada Hati Kudus Yesus Kristus. Dalam bahasa Latin dikenal dengan istilah Sanctissima Cordis Iesu Christi. 

Terkait dengan devosi terhadap hati kudus Yesus Kristus ini, muncullah dalam sejarah gereja beberapa kongkregasi yang secara khusus membaktikan diri kepada penyembahan terhadap Hati Kudus Yesus. Kiranya bisa disebut dua yang ada dan hadir di Indonesia, yaitu MSC dan SSCC. Salah satu tokoh  yang terkenal dari kongregasi SSCC ialah Pater Damian dari Molokai itu. Bahkan sekarang dia sudah dikanonisasi menjadi orang kudus (santo) gereja. Luar biasa. 

Dan dari Hati Kudus Yesus ini mengalirlah DarahNya yang termulia. Sejauh saya ketahui, dari praksis devosi ini pun muncul juga beberapa kongregasi hidup bakti. Misalnya di Indonesia adalah kongregasi para suster Darah Mulia. Di Amerika Serikat dan di Australia ada sebuah kongregasi para imam yang membaktikan diri kepada Precious Blood of Christ. Tetapi kongregasi para imam ini tidak ada di Indonesia. Waktu belajar teologi di Belanda, salah satu profesor saya di bidang teologi modern dan teologi misi ialah seorang imam yang berasal dari kongregasi ini, yaitu Pater Robert J.Schreiter, yang merupakan salah satu murid yang paling terkenal dari teolog besar dari Nijmegen, Pater Edward Schillebeeckx OP. 

Nah, karena besar dan kuatnya devosi akan darah Mulia Yesus Kristus itu, maka dulu pernah ada tanggal yang khusus yang diberikan untuk Darah Mulia ini. Tetapi saya lupa persisnya tanggal berapa. Tetapi kiranya sejak pembaharuan Liturgi dalam Konsili Vatikan II, ataupun sedikit sebelumnya, sudah ada pembaharuan liturgi dalam bentuk penyederhanaan di dalam penanggalan liturgi itu. Dalam rangka penyederhanaan itu, maka ada banyak tanggal yang kemudian dihapus, lalu pestanya entah dihilangkan, entah disatukan dengan perayaan yang lain yang dianggap terkait ataupun bahkan dianggap sebagai induk asalnya. 

Begitulah, sejak hari dan tanggal khusus untuk darah Mulia itu dihapus, maka pestanya pun digabungkan dengan Hari Raya Tubuh Kristus, yang memang secara tradisional dan historis dianggap sebagai sumber dan asal-muasal dari devosi Darah Mulia tersebut. Maka sejak saat itu, Hari raya yang aslinya ialah CORPUS CHRISTI, lalu menjadi Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (Corpus et Sanguis Christi). 

Bersambung.... 



No comments:

PEDENG JEREK WAE SUSU

Oleh: Fransiskus Borgias Dosen dan Peneliti Senior pada FF-UNPAR Bandung. Menyongsong Mentari Dengan Tari  Puncak perayaan penti adala...