Sunday, July 18, 2010

TETESAN AIR DALAM SUNYI

OLEH: FRANSISKUS BORGIAS M.
LAY THEOLOGIAN DAN PENELITI GESER INSTITUTE DAN CCRS FF-UNPAR BANDUNG.
CENTER FOR CULTURAL AND RELIGIOUS STUDIES




Tetesan air dalam sunyi
jatuh hanya sesekali.
Peristiwanya menegaskan paradoks sunyi
yang hanya bisa terasa karena peristiwa jatuh ini.
Seakan kekentalan sunyi terpecah
teurai dan terburai tetapi untuk kemudian
kembali menjadi sunyi.
Bunyi itu menjadi sangat indah mempesona
justru karena ia hadir sebagai peristiwa kontras.
Ia juga tiada boleh berlebih
sebab kalau berlebih sunyi pun
menjadi tidak lagi sunyi
melainkan menjadi ramai oleh bunyi-bunyi
yang entah mengapa seakan-akan menyimpan
sebuah kenangan abadi entah di mana, entah kapan.
Ia hanya terasa sebagai BAHWA,
sedangkan BAGAIMANA-nya tetap terselubung
dalam sebuah sebuah selimut misteri.
Menyadari BAHWA ia ada sudah merupakan satu
peristiwa makna itu sendiri.


SIS BM, GESER INSTITUTE FF-UNPAR BANDUNG
Pratista, Cisarua Lembang, 19 Juni 2010
Colloquium Liturgicum IKLSI dan FF-UNPAR BANDUNG.

No comments:

PEDENG JEREK WAE SUSU

Oleh: Fransiskus Borgias Dosen dan Peneliti Senior pada FF-UNPAR Bandung. Menyongsong Mentari Dengan Tari  Puncak perayaan penti adala...