Tuesday, October 14, 2008

ECCE ANCILLA DOMINI

Oleh: Fransiskus Borgias M (EFBE@fransisbm)

Senin 08 Desember 2008
: Bac: Kej.3:9-15,20; Ef.1:3-6; 11-12; Luk.1:26-38. Hari ini Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Dosa (Maria Immaculata Conceptio). Kalau kita lihat kalender Liturgi, ada banyak serikat hidup bakti yang merayakan hari raya ini. Itu pertanda bahwa banyak orang menimba ilham hidup, ilham iman, ilham cinta, ilham kesetiaan dari Maria. Sebab Maria adalah prototipe iman. Berbeda dengan Hawa yang jatuh ke dalam dosa (Bac.I), Maria membuka jalan shalom bagi kita dengan sikap terbuka terhadap rencana dan kehendak penyelamatan Allah yang diwartakan malaekat Gabriel (Injil). Kalau Hawa tidak taat (Bac I), maka Maria taat (Injil): Ecce ancilla Domini, fiat mihi secundum verbum tuum. Karena Maria taat maka ia mengandung dari Roh Kudus dan dari dia terlahirlah Yesus Kristus. Itu sebabnya dalam bacaan II kita membaca salah satu madah Kristologis yang indah, warisan kidung jemaat gereja purba. Hendaknya anda membaca teks ini. Ketika dibacakan di gereja, hendaknya menaruh perhatian penuh pada teks indah ini. Ya, ini madah Kristologis yang indah yang dihasilkan jemaat Kristen pertama. Pelajaran apa yang kita petik? Pertama, kalau kita tidak taat pada perintah Tuhan, maka kita jatuh dalam dosa. Ingat bahwa dosa itu seperti penyakit menular, ia menular dan menjalar dengan cepat, seperti akar kanker. Kedua, sebaliknya kalau kita taat pada perintah Tuhan, maka hasilnya ialah shalom. Yang pertama terjadi pada Hawa. Yang kedua, terjadi pada Maria, Hawa Baru. Maria ikut ambil bagian dalam rencana shalom Allah lewat persetujuan imannya. Ketiga, tidak ada sikap lain yang lebih tepat bagi kita sebagai orang Kristen, selain mengulang kembali dan terus menerus kidung Kristologis itu: Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kritus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga....dst.

No comments:

PEDENG JEREK WAE SUSU

Oleh: Fransiskus Borgias Dosen dan Peneliti Senior pada FF-UNPAR Bandung. Menyongsong Mentari Dengan Tari  Puncak perayaan penti adala...