Tuesday, October 14, 2008

ALLAH ADALAH SETIA

Oleh: Fransiskus Borgias M (EFBE@fransisbm)

Minggu 30 November 2008: Bac: Yes.63:16b-17; 64:1,3b-8; 1Kor.1:3-9; Mrk.13:33-37. Pertama-tama, saya mengucapkan selamat memasuki tahun baru liturgi kita. Karena ini tahun baru, maka kita memasuki lingkaran bacaan baru. Ini tahun B (untuk hari Minggu). Sedangkan untuk bacaan Harian adalah Tahun I. Seluruh renungan tahun ini akan memakai gaya baru. Kalau tahun kemarin saya hanya fokus pada Injil saja, maka kali ini saya akan fokus pada ketiga bacaan itu sekaligus. Garis besar isi renungan saya nanti ialah: Bagian pertama, membeberkan isi dari tiga bacaan, memperlihatkan benang merah bacaan, dan akhirnya memperlihatkan pesan-pesan dari bacaan itu untuk kita. Dalam bacaan pertama, Yesaya mewartakan tentang kasih setia Allah yang maha pengampun. KepadaNyalah Israel memohon belas-kasih dan rahmat pengampunan. Walau Israel berdosa tetapi Israel tetap kembali kepada Allah. Dalam bacaan kedua kita baca mengenai salah satu proklamasi Paulus bahwa Allah adalah setia. Allah yang setia itu telah memanggil kita kepada persekutuan dengan Yesus Kristus, AnakNya. Injil menasihati kita agar berjaga-jaga. Mengapa? Karena kita tahu kapan saatnya tiba. Apa pesan pokok ketiga bacaan ini? Hendaknya kita sadar selalu bahwa Allah itu maha pengasih (Bac I), dan penuh kasih setia (Bac II). Tetapi kedua sifat itu jangan sampai dijadikan alasan untuk bermanja-manja dengan hidup kita dan kita lalu menjadi lengah. Sama sekali tidak. Sebaliknya, kita harus berjaga-jaga sebab kita tidak tahu kapan sang tuan rumah kembali (injil).

No comments:

PEDENG JEREK WAE SUSU

Oleh: Fransiskus Borgias Dosen dan Peneliti Senior pada FF-UNPAR Bandung. Menyongsong Mentari Dengan Tari  Puncak perayaan penti adala...