Tuesday, April 15, 2008

Trinitas, Tubuh dan Darah Yesus, Hati Kudus Yesus

Sari Firman Minggu Mei 2008 II
Minggu 18 Mei 2008: Bac: Kel.34:4b-6,8-9; 2Kor.13:11-13; Yoh.3:16-18. Minggu lalu kita rayakan Pentakosta. Hari ini kita rayakan Tritunggal Mahakudus Tuhan Mahaesa. Hari ini kita rayakan puncak wahyu, yang bermula dari wahyu alam dalam ciptaan, kemudian dalam wahyu pokok atau wahyu puncak dalam inkarnasi, dalam Yesus Kristus, dan akhirnya ke wahyu karya Roh Kudus dalam sejarah keselamatan. Itu sebabnya, hari raya ini baru bisa dirayakan sesudah semua misteri lain dirayakan. Tetapi kalau kita baca Injil, yang amat singkat, kita bertanya, di mana misteri Tritunggal itu disingkapkan? Sebab tiga ayat itu hanya menyinggung dua pribadi Trinitas, Bapa dan Putera. Saya mau menjawab hal ini dengan dua cara: pertama, kita harus membaca teks singkat ini dalam konteks dekatnya yaitu ayat 1-21. Kalau kita baca dalam konteks itu, kita temukan singgungan akan Roh. Kedua, kalau kita tidak mau repot membaca ayat panjang 1-21, mari kita memusatkan perhatian pada teks ini. Dikatakan: karena begitu besar kasih Allah. Allah adalah kasih. Itulah yang menggerakkan Allah mengutus Puteranya ke dunia untuk menyelamatkan. Sejak dini, gereja yakin bahwa kasih itu ialah daya Roh Kudus. Itu sebabnya, dalam salah satu madah pentakosta, Roh Kudus disebut sebagai Roh cinta Bapa dan Putera. Jadi, dengan melihat tiga ayat ini saja, kita melihat Tritunggal, wahyu Trinitas nan dinamis, yang penuh cinta, yang menghidupkan, menyelamatkan. Itu makna misteri Trinitas bagi kita. Jadi, tidak berhenti pada perkara hitung-hitungan matematik.
Minggu 25 Mei 2008: Bac: Ul.8:2-3,14b-16a; 1Kor.10:16-17; Yoh.6:51-58. Hari Minggu ini kita rayakan satu hari raya lagi, yaitu HR Tubuh dan Darah Kristus. Di beberapa tempat di Eropa dan Amerika Latin, dan Filipina, ada kebiasaan untuk merayakan hari ini dengan sangat meriah, dengan melakukan perarakan sakramen Mahakudus di jalanan. Kalau pada Kamis Putih, sakramen mahakudus itu diarak di dalam gereja atau di sekitar gereja saja, maka pada hari ini, sakramen itu diarak ke tempat yang lebih luas. Mungkin di tempat kita agak sulit melakukan hal itu. Tidak apa-apa. Tetapi maknanya ialah, agar orang semakin sadar bahwa seluruh hidup kita sesungguhnya diatur dan dimaknai di sekeliling misteri Ekaristi Mahakudus ini. Inti misteri Ekaristi mahakudus ialah persatuan mesra kita dengan Yesus. Yohanes dalam injil hari ini melukiskan misteri persatuan mesra itu dengan memakai kosa kata yang sangat kuat: makan dagingku dan minum darahku. Kalau ini dilakukan, maka Ia di dalam aku, dan Aku di dalam dia. Bagi saya, persatuan mana lagi yang lebih dalam dan lebih intens dari itu? Banyak sekali orang saleh dan mistikus dalam sejarah gereja yang terhanyut dalam persatuan kasih mesra ini dengan Yesus Kristus, lalu mereka tenggelam dan terhanyut dalam daya pesona mistik yang teramat gaib. Mudah-mudahan kita juga bisa sampai ke sana. Syaratnya hanya satu: Rajin dan tekun menghadiri Ekaristi.
Jum’at 30 Mei 2008: Bac: Ul.7:6-11; 1Yoh.4:7-16; Mat.11:25-30. Ini salah satu HR yang amat saya sukai. Bahkan tradisi liturgi gereja Katolik berhasil mengembangkan satu praksis devosi yang sangat kuat akan hati kudus ini. Ada banyak sekali lukisan yang indah yang diilhami oleh misteri hati kudus ini. Ada banyak juga puisi dan syair lagu yang indah-indah yang diilhami oleh misteri ini. Itu sebabnya, kalau dalam komuni, saya lebih suka menyanyi, apalagi kalau koornya bagus, untuk merayakan persatuan jiwaku dengan sang Junjunganku. Sebab puisi-puisi dan syair lagu itu memang diciptakan untuk membantu penghayatan, penyuburan dan pendalaman iman kita. Teks injil yang kita baca hari ini diambil dari Mateus. Di sini Yesus menawarkan hatinya yang lemah lembut dan rendah hati, yang dapat menjadi pelabuhan dan suaka jiwa yang aman. Tempat orang bisa beristirahat dengan tenang. Saya ingat akan beberapa judul lagu yang saya hafal sejak masih sangat kecil yang diajarkan ibuku: Ya hati Yesus Raja cinta; Hatimu ibarat danau. Hati Yesus yang bernyala. Semuanya menjadi nostalgia iman yang indah akan Hati-Nya. (EFBE@fransisbm).

No comments:

PEDENG JEREK WAE SUSU

Oleh: Fransiskus Borgias Dosen dan Peneliti Senior pada FF-UNPAR Bandung. Menyongsong Mentari Dengan Tari  Puncak perayaan penti adala...